Minggu, 01 Mei 2016

Sensation (The Sense of Spectacular Creation). Sekolah Media Fakultas Kehutanan 2016

Acara ini merupakan sekolah media yang diselenggarakan oleh LEM Fakultas Kehutanan UGM pada 30 April 2016 di Auditorium Fakultas Kehutanan. Pembicara pertama adalah Dimas Syibli M. Haikal yang merupakan pimpinan redaksi BPPM Balairung. Dimas memberikan materi mengenai jurnalisme. Salah satu kutipan yang ia sajikan adalah "Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa, suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sana lah harga kreativitas ditimbang-timbang." -Seno Gumira Ajidarma-
Dimas menjelaskan bahwa diantara ciri jurnalisme adalah skeptis, bertindak, dan berubah. Yang dimaksud dengan skeptis adalah daya kita untuk mencari informasi tentang suatu isu. Jangan cepat puas dengan satu sudut pandang saja, berpikirlah secara luas dan lihatlah banyak aspek. Sejauh manakah kita bisa membawa suatu isu? Tak perlu muluk-muluk untuk menulis permasalahan yang besar, mulai dari permasalahan sederhana saja akan bisa menjadi menarik bila kita mampu mengemasnya dengan mewah. Sebagai penyebar informasi, kita memiliki tanggung jawab untuk menulis hal yang bermanfaat saja, sekecil apapun itu. Ada beberapa prinsip intelektual dalam reportase, diantaranya yaitu jangan menambahkan sesuatu yang tidak ada, jangan menipu pembaca, percaya pada hasil reportase sendiri, dan tetap rendah hati. Kemudian, untuk menilai kelayakan berita, yang perlu kita perhatikan diantaranya adalah signifikansi, kebesaran dampak, kebaruan, kedekatan, ketenaran, dan kemenarikan berita tersebut. Adapun tiga rujukan yang seharusnya menjadi sahabat kita dalam menulis berita secara baik dan benar adalah KBBI, EYD, dan Tesaurus. Jangan sampai ada pengulangan kata yang memiliki makna sama, dan lain sebagainya. Kapan terakhir buka KBBI? *bertanya pada diri sendiri*
Pembicara kedua adalah Kak Yusron Fuadi yang menyampaikan materi mengenai videografi. Ketika sebagian peserta menganggap mencari ide itu sulit, beliau berkomentar "Ide itu gampang. Yang susah adalah menghargai ide kalian sendiri. Banyak orang memiliki ide bagus tapi membuangnya karena terlalu memikirkan pendapat orang lain." Terkadang kita memang harus memfokuskan diri pada apa yang kita sukai. Yakinlah bahwa tiap pribadi itu unik sehingga ide kita pun unik dan harus membuat kita jatuh cinta padanya. Lalu mengapa ada teori-teori dalam seni yang seharusnya bebas ini? "Karena untuk bisa berpikir out of the box, kita harus tau dulu box nya itu apa," terang beliau. Kak Yusron juga menyarankan pemuda untuk meluangkan waktu menonton film yang bermutu dan berkualitas baik, perhatikan berbagai unsur dalam film tersebut seperti suara, aktor, alur cerita, dan lain sebagainya. Beliau juga mengingatkan bahwa kita harus menerima kenyataan bahwa awalnya kita akan membuat karya yang jelek terlebih dahulu namun lama kelamaan kejelekan ini akan berkurang. Perlihatkanlah hasil karya kita kepada teman-teman dan orang-orang di sekitar, kemudian renungkan tanggapan mereka. Pastikan bahwa video kita komunikatif dan pesan yang ingin kita sampaikan dapat ditangkap dengan baik. Salah satu peserta kemudian mengajukan pertanyaan mengenai apakah membutuhkan alat serba lengkap untuk membuat karya yang baik sedangkan sebagai pemula kita memiliki banyak keterbatasan. Jawaban beliau adalah "Itu menjadi kendala saat kamu menjadikannya kendala. Keterbatasan itu adanya di sini *tunjuk kepala*"
Pembicara ketiga adalah Dedi Ramadhani yang menyampaikan materi desain grafis. Ia mengingatkan betapa pentingnya untuk menumbuhkan sense. Desain adalah tentang menyederhanakan dan mengemas semenarik mungkin. Penting untuk memiliki mentor yang bisa memberikan saran dan kritik pada karya-karya kita. Ada beberapa tips yang ia berikan, seperti:
a. hindari menggunakan lebih dari 2 font pada satu waktu,
b. perhatikan margin dna ruang kosong. Gunakan teks sesedikit mungkin dan gambar sebanyak mungkin
c. untuk template, salah satu yang gratis misalnya dari freepic.com asalkan kita mencantumkan linknya
d. perhatikan jarak antar teks, jangan terlalu mepet
e. gunakan font sesuai kesan yang ingin dimunculkan
f. bitmap atau vektor, tergantung tujuannya
dan banyak ilmu lainnya yang beliau berikan. Acara hari itu sangat menarik dan peserta menjadi termotivasi untuk meningkatkan kualitas dirinya. Terima kasih banyak kepada panitia dan para pembicara. Semoga ilmu yang kita dapatkan dapat dimanfaatkan dengan baik. Dan, terima kasih doorprizenya~ ^_^


Tidak ada komentar:

Posting Komentar