Tabayyun. Sering mendengar kata itu? Sering mengamalkannya?
Yang sedang menggelitik saya adalah betapa banyaknya kaum muslimin yang mulai jarang bertabayyun semata karena sudah merasa percaya sepenuhnya pada suatu tokoh/ organisasi/ individu lainnya yang memberikan informasi. Padahal, ada kewajiban untuk saling menasihati dan mengingatkan sesama muslim. Sekalipun saya sebagai orang yang baru belajar Islam, jika saya mengingatkan orang yang sudah jauh lebih paham saat ia melakukan suatu kekhilafan, bukankah seharusnya ia mau mengakui kesalahannya dan melakukan perbaikan? Bukankah sejarah mencatat bahwa para khalifah dalam Islam pun seringkali ditegur rakyat dan mereka meminta maaf serta berusaha memperbaiki kesalahannya? Amar ma'ruf nahi munkar diperintahkan oleh Allah SWT karena Ia Maha Mengetahui manusia memang tak luput dari kesalahan.
Selanjutnya saya mencoba merenung, apakah batas mencari kebenaran adalah kita hanya mempelajari hukum-hukum Islam? Jangan sampai saat kita sibuk mempelajari hukum-hukum Islam kita menjadi enggan meluangkan waktu untuk memeriksa kebenaran berita-berita yang tengah beredar dan menjadi perbincangan di kalangan masyarakat dan menyerapnya begitu saja semata karena kita yakin bahwa media dipegang oleh orang yang baik. Apakah media yang dipegang orang Islam selalu benar sehingga kita tidak perlu kritis? Apa tidak ada celah kekhilafan sedikitpun di sana? Padahal kita memahami bahwa media berperan besar dalam membentuk opini masyarakat. Islam adalah rahmat bagi semesta alam. Adakah yang memiliki anggapan "Islam itu menganggap non-muslim selalu salah dan muslim selalu benar?" Sayangnya, saya pribadi masih beranggapan bahwa ada sebagian orang yang seperti itu. Cenderung membenarkan apapun yang dilakukan muslim sekalipun terkadang itu hal yang cukup ceroboh dan samasekali tidak mau mengakui kebaikan atau kelebihan non-muslim. Apa menurut anda yang demikian akan membawa kemajuan bagi umat?
Yang kita perjuangkan sesungguhnya bukan hanya kebaikan bagi seluruh umat Islam, melainkan seluruh semesta. Karena itu, mari lebih berhati-hati dalam menulis dan menyebarkan sesuatu. Kita semua adalah duta-duta Islam, mari ucapkan hal yang bermanfaat atau diam. Libatkan Allah SWT dalam tiap aktivitas, termasuk menulis. Saya ingin berterima kasih pada seluruh penulis yang mencurahkan segenap waktu, tenaga, pikiran, untuk membuat tulisan yang bermanfaat. Mari saling menasehati dan mengingatkan. Semoga ridha Allah SWT mengiringi tiap langkah kita. Aamiin~
glitter-graphics.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar